Jadi Kolektor Harus Jeli

Jadi Kolektor Harus Jeli“Jadi kolektor harus jeli”, entah berapa kali sudah saya katakan dan saya juga saya dengar dari kolektor lainnya. Memang, menjadi kolektor – apa pun yang dikoleksi – haruslah jeli. Jeli berarti meneliti secermat mungkin sebelum membeli dan memiliki benda yang ingin dikoleksi.

Jeli juga berarti memilih seteliti mungkin benda yang akan dikoleksi, tentu saja disesuaikan dengan kemampuan sang kolektor. Dan jeli juga berarti harus selalu “memasang mata dan telinga” untuk mengetahui di mana ada benda koleksi menarik yang dapat diburu dan dibeli.

Seperti yang saya alami sendiri tadi siang (Jumat, 18 Februari 2011). Saya sedang berada di Pasar Festival, yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Di situ ada toko buku yang khusus menjual buku, komik, dan majalah bekas. Saya memang sengaja ke sana karena hendak mencari suatu majalah edisi Januari 2011, yang memang sudah tak dijual lagi di penjual majalah atau toko-toko buku.

Ternyata majalah yang saya cari tak ada. Untung menghilangkan kekecewaan, saya pun berkeliling di dalam toko buku itu. Saat itu, di toko buku tersebut sedang cukup banyak pengunjung. Maka saya pun tak bisa berlama-lama berdiri di satu tempat untuk mengamati jejeran rak-rak buku yang ada.

Tapi sambil berkeliling, mata saya tiba-tiba mengarah ke salah satu rak paling bawah. Rasanya saya mengenal gambar yang ada di sampul muka salah satu buku di situ. Saya pun segera mendekati rak itu, berjongkok, dan mengambil buku itu yang ternyata adalah buku komik.

Berjudul “Star Trek Deep Space Nine”, saya merasa beruntung mendapatkan komik terbitan Boxtree, Inggris, tahun 1994 dalam kondisi yang masih amat baik, walaupun sudah bukan baru lagi. Sebagai seorang penggemar kisah dan film fiksi ilmiah Star Trek, tentu saja saya merasa amat senang. Saya memang mengoleksi buku novel, komik, dan berbagai memorabilia Star Trek.

Bukan itu saja yang membuat saya senang. Buku komik itu hanya dijual seharga Rp 25.000. Padahal, buku-buku sejenis itu di salah satu toko buku di Jakarta dijual sekitar Rp 250.000. Memang yang saya beli adalah buku bekas, tetapi kondisinya masih amat baik dan harganya hanya 10 persen dibandingkan buku sejenis yang baru. Terlebih lagi, buku itu adalah cetakan pertama, yang di kalangan kolektor dianggap lebih bernilai dibandingkan cetakan-cetakan sesudahnya.

Untung saya jeli, jadi walau pun komik itu berada di rak paling bawah, saya masih melihatnya, membelinya, dan kini memilikinya.

Leave a comment

Filed under Info koleksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s