Profil Artis

Agnes Monica

Profil

Nama: Agnes Monica Nick Name: Agnes

Tanggal lahir: 1 Jul 1986 Status: Single

Zodiak: Gemini Lahir di: Jakarta

Debut: Si Meong Album (1994) Situs web: http://id.wikipedia.org/wiki/Agnes_Monica

Awards and Recognitions: MTV Favorite Female Artist dalam MTV Indonesia Awards 2009

Artis multitalenta ini mengawali karirnya sejak usia enam tahun sebagai penyanyi cilik.  Di usia yang masih belia Agnes meluncurkan album kanak-kanak yang melambungkan namanya sebagai penyanyi cilik.  Album yang melejitkan namanya yaitu ‘Meong’, ‘Yess’ dan ‘Bala-bala’ membawa penyanyi yang lahir di Jakarta, 1 Juli 1986 berada di jajaran penyanyi anak terpopuler di akhir tahun 1990-an.
Selain bernyanyi, Agnes dikenal sebagai seorang presenter cilik yang sukses. Setelah membawakan acara di VAN Anteve, Agnes makin dikenal setelah membawakan program acara anak di stasiun RCTI, ‘Tralala-Trilili’. Berkat penampilannya di Tralala-Trilili, Agnes memperoleh penghargaan Panasonic Award sebagai presenter cilik terfavorit pada 1999.  Agnes juga sempat membawakan acara Diva Romeo di Trans TV.
Memasuki usia remaja, Agnes mulai menapaki dunia seni peran. Setelah debutnya di ‘Lupus Millenia’ (1999) dan ‘Mr Hologram’, Agnes membuktikan aktingnya saat membintangi sinetron  ‘Pernikahan Dini’ (2001) bersama Syahrul Gunawan. Agnes juga menyanyikan lagu tema sinetron ‘Pernikahan Dini’. Kesuksesan sinetron yang meraih empat penghargaan di Panasonic Award 2001 dan 2002 ini semakin melambungkan namanya.
Agnes juga membintangi beberapa judul sinetron seperti ‘Amanda’, ‘Cewekku Jutek’, ‘Cantik’, ‘Ciuman Pertama’, ‘Bunga Perawan’ dan ‘Kawin Muda’.
Sinetron Cewekku Jutek di tahun 2003 membuat Agnes mendapat predikat sebagai aktris terfavorit di ajang Panasonic Award serta ‘Bunga Perawan’ dan ‘Cantik’ di tahun 2004 membuatnya mendapat predikat sebagai Aktris Ngetop di pagelaran SCTV Awards 2004.
Setelah sukses dengan menyanyikan lagu tema Pernikahan Dini, yaitu ‘Pernikahan Dini’ dan ‘Seputih Hati’, Agnes kemudian berkolaborasi dengan penyanyi Yana Julio menyanyikan single ‘Awan’ dan ‘Ombak’. Album pertama yang Agnes setelah dewasa dirilis pada 8 Oktober 2003 bertitel And The Story Goes. Tak tanggung-tanggung, para pentolan musisi tenar seperti Ahmad Dhani dan Melly Goeslaw ia gaet untuk memluskan langkahnya bersaing di dunia internasional.
Album perdananya setelah dewasa mendapat sambutan luar biasa. Di ajang AMI 2004, Agnes meraih predikat Artis Pop Solo Wanita terbaik, Produksi Dance/Techno Terbaik untuk lagu bilang saja serta Duo/Grup terbaik dengan Ahmad Dhani di lagu ‘Cinta Mati’. Di tahun yang sama Agnes menyabet predikat Pendatang baru terbaik di Anugerah Planet Muzik 2005 serta Most Favorite Female pada MTV Indonesia Award 2004. Album perdananya meraih Double Platinum dengan penjualan lebih dari 300.000 ribu kopi.
Album kedua berlabel Whaddup A’? Agnes terus menunjukkan tajinya. Selain menggandeng musisi nasional seperti Dewiq, Melly Goeslaw, Andi Rianto dan lainnya, Agnes juga berduet dengan penyanyi asal Amerika Keith Martin. Martin menciptakan dua lagu dan berduet di lagu ‘I’ll Light A Candle’.
Album kedua Agnes kembali melejit dengan bebrapa lagu favorit diantaranya ‘Bukan Milikmu Lagi’, ‘Tanpa Kekasihku’, ‘Tak Ada Logika’, dan ‘Cinta di Ujung Jalan’.
Kesibukannya membuat Agnes memutuskan cuti kuliah dari Fakultas Hukum dan fokus bermusik. Hasilnya, Agnes sukses menyabet penghargaan bergengsi seperti Most Favorite Female pada ajang MTV 2006 dan Artis Solo Wanita Terbaik serta  Penyanyi Rythm dan Blues Terbaik di ajang AMI Award 2006. Lima penghargaan yang ia kantongi sepanjang tahun 2006 membuatnya terpilih sebagai Aktris Terpopuler 2006.
Tak puas dengan penghargaan yang didapatnya, bintang penuh sensasi ini, berambisi untuk Go Internasional. Agnes mencoba menjajal akting dalam film The Hospital bersama bintang Taiwan yang tengah naik daun Jerry Yan yang juga salah satu personil F4. Dia juga membintangi drama Taiwan lainnya  Romance In The White House dan The Romance.
Agnes menjadi penyanyi pembuka konser Boyz II Men di Istora Senayan,pada 15 Mei 2007. Sebelumnya Agnes direncanakan duet bareng Vanya, Maurice dan  Shawn, namun batal karena belum ada persiapan matang.
SINETRON
Setelah beberapa tahun tak muncul dalam sinetron, Agnes kembali membintangi dua judul sinetron pada 2008, Jelita dan Kawin Massal. Di tahun yang sama, Agnes juga menelurkan sebuah single berjudul Matahariku sebagai lagu tema Jelita.  Meski sinetonnya tak begitu sukses, single terbaru Agnes mendapat Platinum dengan angka downloada mencapai 1,5 juta. Agnes kembali ditasbihkan sebagai Most Favorite Female pada MTV Award Indonesia 2008.
September 2008, Agnes melepas single Godai Aku Lagi ke pasar yang juga masuk dalam album ketiganya, Sacredly Agnezious yang rilis 16 Maret 2009. Sebelumnya single Matahariku dan Godai Aku Lagi dikemas dalam CD Single berjudul NEZ. Berbeda dengan album sebelumnya, di album yang menjagokan single Teruskanlah ini ia meluncurkan dalam dua versi, berisi 10 track dan 13 track. Agnes juga terlibat langsung sebagai produser.
Agnes membuktikan ia mampu terus berprestasi. Pada bulan Maret 2009, namanya menjadi salah satu penerima penghargaan Class Music Heroes. Dan ia menjadi termuda yang menerima penghargaan ini. Di tahun yang sama, Agnes menarih predikat penyanyi solo terdahsyat versi ajang Dahsyat Award  pada 19 April 2009. Meski jarang terdengar  seperti tahun sebelumnya, Akhir November 2009 Agnes kembali merebut tropi sebagai Artist of The Year dan Favorite Artist pada ajang MTV Indonesia Awards 2009.



Sherina Munaf

Profil

Nama: Sherina Munaf Nick Name: Sherina

Tanggal lahir: 11 Jun 1990 Status: Single

Zodiak: Gemini Lahir di: Bandung

Debut: Album ‘Andai Aku Besar Nanti’ (1999)

Gadis bernama lengkap Sinna Sherina Munaf ini lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 11 Juni 1990. Sherina adalah penyanyi Indonesia yang sudah tenar sejak masih berumur 9 tahun. Sherina adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Triawan Munaf dan Luki Ariani. Sherina muncul pertama kali pada tahun 1999 dengan album “Andai Aku Besar Nanti”. Pehobi melukis ini membawakan lagu-lagu gubahan Elfa Secioria. Di album ini terdapat 7 lagu yang masing-masing berjudul Andai Aku Besar Nanti, Balon Udaraku, Bermain Musik, Dua Balerina, Kembali Ke Sekolah, Pelangiku dan Putri Dalam Cermin. Lagu-lagunya itu menggebrak pasar Indonesia. Lantunan suara Sherina kecil membuat anak-anak seolah mendapat  musik alternatif yang sesuai.

Di tahun yang sama, Sherina muncul di layar lebar pada 2001 melalui Petualangan Sherina bersama Derby Romero, Didi Petet, Mathias Muchus dan  Butet Kertaradjasa.

Film dimulai dengan permusuhan Sherina dan Sadam yang diperankan Derby Romero. Namun permusuhan kedua anak ini berubah menjadi persahabatan saat Sadam dan Sherina menghadapi penculikan Pak Raden (diperankan Butet Kertaradjasa) yang ingin menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, ayah Sadam.

Peran kedua bocah ini dalam film arahan sutradara Riri Reza mendapat sambutan luar biasa dari penonton Indonesia. Film ‘Petualangan Sherina’ disebut-sebut sebagai awal kebangkitan perfilman Indonesia. Setelah kesuksesan  Petualangan Sherina, beberapa film  musikal anak kemudian bermunculan.

Lagu-lagu Sherina yang ditampilkan di film itu langsung menarik perhatian khalayak. Demam Sherina pada tahun itu sempat melanda anak-anak di seluruh Indonesia.

Selain itu, Sherina bersama beberapa rekannya seperti Maisy, Saskia, Geofanny, Joshua, dan Kenny bermain dalam operet musikal Bobo berjudul Misteri Naga Ungu. Masa itu, Sherina adalah tolok ukur keberhasilan artis anak-anak di Indonesia.

Di masa kecil, lulusan British International School ini juga pernah tampil sepanggung bersama Westlife, grup band asal Inggris, menyanyikan lagu ‘I Have A Dream’, yang sedang tenar kala itu.

Di saat karirnya sedang di puncak, Sherina memutuskan untuk mundur sejenak. Dia berkosentrasi untuk pendidikan dan meninggalkan dunia hiburan hingga menginjak umur 16 tahun.

Tahun 2008, Sherina muncul dengan penampilan yang beranjak remaja. Dia berubah menjadi seorang penyanyi remaja dengan lagu-lagu yang mulai beraroma percintaan. Sherina kemudian bergabung untuk membuat lagu dalam film “Laskar Pelangi” dan Ayat-Ayat Cinta”.  Dan tahun 2009 kembali ia mengeluarkan album “Gemini”.

Di awal tahun 2007, saat berumur 16 tahun, Sherina muncul kembali dengan sebuah album baru yang bertajuk “Primadona”. Keponakan penyanyi senior Indonesia, Fariz Rustam Munaf ini muncul dengan jenis lagu yang sangat berbeda dengan saat dia masih kecil. Pada tahun ini juga, Sherina ditunjuk sebagai ikon Panasonic menggantikan Dian Sastrowardoyo.

Walaupun album yang menandai dirinya terjun sebagai penyanyi dewasa tak terlalu diterima pasar, Sherina tetap optimis untuk bertahan di jalur musik.

Sherina juga tak menyerah untuk terus menggubah syair-syair lagu sesuai suasana hatinya. Banting tulang, ia terus mencari jenis musik yang cocok untuk didengar kawula muda Indonesia.

Pada tahun 2008, selain membuat lagu untuk film Laskar Pelangi dan Ayat-ayat Cinta, Sherina ditunjuk sebagai ikon Grand Indonesia Shopping Town.

Di tahun 2009, kerja kerasnya membuahkan hasil. Album yang bertajuk “Gemini” benar-benar diterima pasar. Gemini adalah album kelima Sherina Munaf. Diluncurkan pada 9 Juli 2009 di Hard Rock Cafe Plaza eX. Berisi 12 buah lagu yaitu Ku Mau Kau Mau, Cinta Pertama dan Terakhir, Geregetan, Simfoni Hitam (versi Band), Pikir Lagi, Battle of Dance, Bukan Cinta Segitiga, Pergilah, Kau, Semoga Kau Datang, Simfoni Hitam (versi Orkestra), Jalan Cinta.

Sherina mengaku di album anyar  yang membuktikan transformasinya sebagai penyanyi dewasa. Tak tanggung-tanggung ia ikut terjum langsung dalam pembuatan lagu, aransemen hingga proses rekaman.

Meski banyak yang menyebut dirinya sebagai seorang idealis dalam menghasilkan karya, Sherina mengaku dia hanya menginginkan hasil karyanya sempurna dan sesuai keinginannya.

Pada pembuatan single kedua dalam album Gemini, “Geregetan”, sebelum mengacungkan jempol tanda puas atas hasil akhirnya, Sherina sempat mengubah lirik lagu beberapa kali, menyanyikan dan mengaransemen lagu berulang-ulang, serta mengulangi proses rekaman lagu itu.

Hasilnya tak mengecewakan. Sejak dirilis ke pasar, lagu Geregetan kerap tampil di radio dan layar televisi.  Kesuksesan penyanyi penyuka Marylin Manson, Peterpan, Slank,  dan Gigi tak membuatnya puas.

Sherina berkeinginanan melakukan kolaborasi dengan beberapa penyanyi, seperti Fariz RM. Dia pun sempat berduat dengan dua grup musik tenar di Indonesia, Gigi dan Slank.

Soal keinginan kembali ke layar lebar, Sherina mengatakan akan mempertimbangkan lebih dulu. Meski sukses semasa kecil sebagai aktris cilik, ia tak mau setengah-setengah jika terjun kembali ke film.

Agar akting maksimal, gadis yang piawai bermain gitar ini  mengaku perlu belajar akting karena ia tak memiliki latar berperan. Bilapun ingin berakting, Sherina memilih film musikal yang dulu membesarkan namanya.

 

 

Farah Quinn

Profil

Nama: Farah Quinn Nick Name: Farah

Tanggal lahir: 8 Apr 1980 Status: Menikah

Zodiak: Aries Lahir di: Bandung

Sexy Chef. Begitulah orang sering menyebut Farah Fauzan Quinn atau yang biasa dipanggil Farah Quinn.  Pada masa-masa awal kemunculan di sebuah stasiun televisi, banyak yang berkomentar menanggapi penampilannya. Ada yang suka, ada yang menganggap sebelah mata. Tak sedikit pula yang meragukan keahlian memasaknya. Ia kerap dikira sebagai seorang model cantik dan seksi yang berpura-pura pintar memasak. Namun, Farah menanggapinya dengan santai, “Ambil sisi positifnya saja.” Ia mengaku hanya mencoba menjalankan hidupnya dengan sebaik baiknya. Tak mudah meraih apa yang telah Farah dapatkan. Semua butuh kerja keras. Perempuan yang hobi travelling ini selalu menyempatkan diri untuk mencari inovasi baru untuk resep masakannya. Selain itu, ia juga tak pernah berhenti belajar.

 

Semua itu juga tak lepas dari kebiasaan yang selama ini ia jalani. Sebagai seorang koki, ia kerap mencoba berbagai resep masakan. Farah pun hobi makan. Untuk menjaga kebugaran dan keindahan bentuk tubuhnya, ia sangat menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuhnya.

Farah menghindari makanan yang banyak mengandung gula, gosong karbohidrat dan minim gizi, seperti nasi putih dan roti tawar putih. Sebagai gantinya Farah mengkonsumsi gandum, oatmeal, nasi merah. Farah juga lebih suka memakan buah-buahan. Pola makanan sehat juga ia terapkan untuk buah hatinya Armand Fauzan Quinn yang kini berusia 2,5 tahun.

 

Selain itu, ia rutin berolahraga. Semua itu ia lakukan semenjak ia melahirkan. Farah tak mau bentuk tubuhnya berubah. Bahkan, ia sengaja menaruh berbagai macam peralatan gym di lantai dua di rumahnya. Saat syutingpun, ia mewajibkan peralatan gym ada di area syuting. “Banyak artis menghabiskan uang untuk beli alat rias atau baju. Kalau saya, duit habis untuk beli peralatan gym.”

Tubuh yang bugar, menurut Farah, juga penting untuk menunjang kegiatannya sebagai koki. Kebanyakan orang, ujarnya, hanya melihat sisi “glamour” kehidupan chef.  Padahal, pada kenyataannya pekerjaan itu juga membutuhkan otot yang prima. Misalnya, dalam banyak hal dia harus mengerjakan sendiri ketika harus mengangkat gandum atau bahan makanan lain yang berat-berat. “Jadi kalau soal cedera atau tangan teriris saya sudah alami semua.”

Sarjana Finance

Farah lahir di Bandung, 8 April 1980. Masa kecilnya di Sumatera kerap ia habiskan untuk membantu sang ibu di dapur.  Lepas SMA, Farah melanjutkan kuliah di jurusan Finance di Indiana University Of Pennsylvania, Amerika Serikat. Jurusan yang sebenarnya tak ingin ia masuki. Maklumlah ia lebih suka mempelajari resep masakan ketimbang belajar ekonomi. Tapi saat itu, perempuan berkulit coklat ini yakin, keinginannya pasti akan ditentang oleh sang ayah. Karena itulah Farah memutuskan untuk mengambil jurusan finance.

 

Setelah berhasil menyelesaikan gelar sarjananya, Farah pun mengambil keputusan. Ia hanya akan bekerja untuk sesuatu yang ia sukai. Tawaran melanjutkan S2 dari sang ayah pun ditolak.

 

Farah mengakui bahwa dirinya bukanlah tipikal pekerja kantoran. Karena itulah Farah memulai karirnya di Lydia’s Pittsburgh, sebuah restoran Italia terkenal di Pittsburgh, Pennsylvania. Ia juga melanjutkan pendidikannya di Pittsburgh Culinary Institute dan mengambil kelas pastry.

 

Setelah lulus, Farah pindah ke Phoenix, Arizona. Ia kemudian bekerja di Arizona Biltmore Resort. Farah juga sempat mengikuti World Pastry Championship dan mendapatkan kesempatan belajar memasak pada Chef Ewald Notter and Colette Peters. Tahun 2005, keberuntungan membawa Farah dalam acara pertemuan G8 di Sea Island Georgia. Di bawah bimbingan Chef James Mullaney, ia menciptakan menu dessert yang spesial. Hidangan penutup itu disajikan untuk beberapa orang seperti Ibu Negara Laura Bush dan delegasi dunia lain.

 

Pada tahun 2005, ia menikah dengan Carson Quinn. Ia dan suaminya kemudian membuka restoran sendiri, Camus. Restoran itu dianugerahi 4 bintang untuk masakan dan juga banyak penghargaan lainnya. Farah memperoleh banyak ketenaran. Gara-gara restorannya, nama Farah mulai tenar. Ia kerap tampil di beberapa koran dan majalah.

Suatu hari ia menunjukkan portofolionya kepada Helmi Yahya. Presenter kondang itu tertarik dan kemudian mengajak Farah untuk tampil sebagai bintang tamu dalam sebuah acara. Beberapa lama setelah itu Farah dihubungi oleh sebuah stasiun TV. Ia ditawari untuk membawakan sebuah acara masak-memasak. Farah mengiyakan. Farah Quinnn resmi membawakan acara “Ala Chef” di Trans TV.

 

Kini, istri dari Carson Quinn ini, telah memetik hasil dari keseriusannya di dunia kuliner. Dia menjadi seorang selebriti. Namanya makin dikenal di Indonesia.

Leave a comment

Filed under Info profil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s